Rabu, 22 Februari 2012

PAHITNYA DUNIA, KARENA MANISNYA SURGA

Kebahagian tertunda yang dibayar dengan pengorbanan selalunya terasa manis. Tidak ada satupun di dunia ini hasil karya sendiri. Anda mencapai tujuan anda selalunya berkat bantuan orang lain

Seorang sufi bermadah,"Adakalanya kesalahan membuatkan seseorang itu memperbaiki diri. Tidak pernah bersalah itu.. boleh mendatangkan sombong diri.. oleh itu tidakkah beruntung mencoba biarpun terpaksa berbuat salah daripada pasrah yang tidak menentu". 

Nabi s.a.w. bersabda,"Seutama utamanya perjuangan seseorang terhadap dirinya sendiri dan hawa nafsunya". 

Kata pemikir Islam,"Antara sifat munafik itu ialah menganggap nasihat orang sebagai sindiran padanya ..sebab itu tidak di terimanya". 

Ulamak mursyid berkata,"Buah akal ialah ilmu pengetahuan.. buah jiwa ialah iman.. buah fizikal ialah kemajuan.. alangkah indahnya kalau ketiga tiga anggota ini melahirkan buah dalam kehidupan". 

Istimewa jiwa pengasih.Rasulullah s.a.w. bersabda,
"Setia hati yang pengasih mendapat pahala.. obat untuk hati yang terluka ialah iman yang kuat". 

Saling mencintai.
Rasulullah s.a.w. bersabda,
"Perumpamaan orang mukmin dalam hal saling mencintai.. saling mengasihi dan saling menyayang bagaikan sebuah tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh terasa sakit.. makaseluruh tubuh akan merasa sakit.. tidak dapat tidur dan terasa demam". 

Nabi s.a.w. bersabda,
"Jagalah dirimu dari api neraka.. meskipun dengan sedekah separuh dari sebiji kurma..jika tidak dapat.. maka sepatah kata yang baik". 

Seorang hamba Allah berkata,"Ibadat itu laksana perdagangan. Adapun tokonya adalah khalwat {bersunyi sunyian)..modalnya taqwa ..sedangkan keuntungannya adalah syurga".

Segalanya dari syahwat.
Rasulullah s.a.w. bersabda,
"Hak itu berat dan pahit, Adakalanya suatu syahwat menyebabkan dukacita yang abadi". 

Kalau hati itu bersih. 
Seorang ulamak berkata,"Pandangan mata selalu menimpa..pandangan akal selalu tersalah.. pandangan nafsu selalu melulu dan pandangan hatilah yang hakiki.. kalau hati itu bersih". 

Wanita syurga bercahaya.
Rasulullah s.a.w. bersabda,
"Kalau seandainya seorang wanita itu penghuni syurga datang ke bumi.. niscaya akan memancarkan cahaya terang benderang". 

Pohon syurga.
Rasulullah s.a.w bersabda,"Sesungguhnya di dalam syurga ada sebatang pohon dimana orang berkenderaan berjalan dibawah naungannya selama satu tahun belum sampai melepasinya". 

Seorang soleh berkata,"Siapa tidak ada ilmu dan siapa tidak ada agama dan siapa tidak ada sifat waras berarti dia tidak dekat dengan Tuhannya". 

Sejahat jahat musuh.
Rasulullah s.a.w. bersabda,
"Sejahat jahat musuh engkau adalah nafsu yang berada antara dua rusuk engkau". 

Balaslah jasa orang.
Rasulullah s.a.w. bersabda,
"Siapa menghulurkan kepadamu suatu kebaikan maka balasilah dia ..jika kamu tiada apapun untuk membalasnya . ..maka hendaklah kamu doakan kepadanya".

Kematian kekasih.
Rasulullah s.a.w. bersabda,"Tidak ada balasan bagi hambaku yang mukmin jika aku ambil kekasihnya (mematikan orang yang dikasihinya dari ahli dunia) kemudian dia sabar melainkan syurga". 

Tegas demi kebenaran.
Nabi s.a.w. bersabda,"Janganlah sekali kali wibawa manusia itu melarang seseorang untuk mengatakan yang hak apabila dia telah mengetahuinya atau menyaksikannya atau mendengarnya". 

Istimewa sembahyang malam.
Nabi s.a.w. bersabda,
"Biasakanlah sembahyang malam sebab ia kebiasaan orang soleh yang sebelum kamu dan mendekatkan kamu kepada Allah dan mencegah kamu dari dosa dan menebus dosa dosa dan mengusir penyakit dari badan". 

Kamu kira kamu bijak?
Seorang soleh mengingatkan,"Kamu kira bijakkah mendapat semua ilmu dunia.. padahal kau lah yang paling bodoh karena tidak tahu ilmu akhirat". 

Manisnya iman. 
Seorang ulamak berkata,"Orang yang mengenal Allah dengan ilmu seperti seorang yang mengenal gula tetapi belum merasainya.. orang yang mengenal Allah dengan hati seperti orang yang merasai gula dan sering merasa kemanisannya". 

Amalan Islam terbaik.
Seorang lelaki bertanya,"Manakah amalan Islam yang terbaik??" 
Nabi s.a.w. menjawab,
"Memberikan makanan.. mengucap salam baik kepada orang orang yang dikenal maupun kepada orang yang tidak dikenal". 

Kejelitaan akan pudar.
Seorang ulamak berkata,
"Kemudaan akan hilang.. kecantikan akan pudar.. kekuatan akan lemah..tua akan datang.. kematian pun meragut secara tiba tiba. Jadi mengapa lupakan Tuhan??". 

Mata yang beku.Rasulullah bersabda,"Ada empat perkara yang membawa celaka..yaitu mata yang beku {taksudi mengeluarkan air mata) kesat hati.. pangang angan- angan dan tergoda oleh dunia". 

Jika engkau maukan kemesraan.
Seorang bijak pandai Islam berkata,
"Jika engkau maukan kemesraan dengan Allah.. maka engkau mesti garang terhadap dirimu sendiri.. tidak mengikut segala nafsumu. Kalau engkau sudah merasakan manisnya berhubung dengan Allah.. tahulah engkau bagaimana pahitnya berpisah denganNYA". 

Jangan bicara banyak.
Rasulullah s.a.w. bersabda,
"Tinggalkan bicara berlebihan dan cukup bagimu perkataan apa yang telah dapat menyampaikan maksutmu". 

Kata pemikir Islam,
"Gunung yang tinggi tidak boleh menampung air.. tetapi lembah yang rendah boleh menjadi tasik yang saujana luasnya.. artinya orang yang meninggi diri tidak jatuh hati orang kepadanya.. sebaliknya orang yang merendah diri dapat meminta meminta hati orang tanpa bersusah payah lagi". 

Belajar dengan buku.Seorang ulama berkata,"Orang yang belajar dengan kehidupan mendapat pengalaman ..orang yang belajar dengan buku dan guru mendapat ilmu". 

Fikiran bak mutiara. 
Seorang ulama berkata,"Berfikir taraf tinggi itu ialah berfikir yang dipimpin olih jiwa.. hasilnya fikirannya bak mutiara". 

Istimewa diam.Nabi s.a.w. bersabda,
"Kawan yang baik lebih baik dari duduk sendiri dan duduk sendirian lebih baik dari kawan yang jahat dan mengutarakan kebaikkan lebih baik dari diam dan diam lebih baik dari berkata tidak baik". 

Jika Allah kasih.
Rasulullah s.a.w. bersabda,"Sesungguhnya jika Allah berkehendak kebaikkan terhadap hambanya maka dijadikan dosa dosa terbayang diruang mata hambanya dan jika menghendaki binasanya maka dilupakan akan dosa dosanya".

Rabu, 20 Juli 2011

Puasa Menahan Diri Demi Menggapai Ridho Illahi

Puasa dan Sholat yang Paling Dicintai Alloh

Dari Abdulloh bin ‘Amr bin Al ‘Ash rodhiyallohu ‘anhu beliau berkata: Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya puasa yang paling dicintai Alloh adalah puasa Dawud dan sholat yang paling dicintai Alloh adalah sholatnya Dawud; beliau itu tidur setengah malam dan bangun di sepertiga sesudahnya lalu tidur seperenam malam sisanya, dan beliau senantiasa berpuasa sehari dan tidak berpuasa sehari.” (Hadits riwayat Al Bukhori dalam kitab Tahajjud no. 1131 dan dalam kitab Ahaaditsul Anbiyaa’ no. 3402, Muslim dalam kitab Shiyaam 1159, 189, Abu Dawud dalam kitab Shoum no. 2448, Ad Daarimi II/20 dalam kitab Shoum, Ibnu Maajah dalam kitab Shiyaam no. 1712 dan Ahmad dalam Musnad-nya II/160)

Faedah yang bisa dipetik dari hadits di atas adalah:

  1. Sehari berpuasa dan sehari berbuka merupakan amalan puasa yang paling utama karena di dalamnya sudah menyamai puasa Dahr.
  2. Tidur di setengah malam pertama, kemudian bangun untuk sholat di sepertiga sesudahnya, lalu tidur seperenam sisanya merupakan tata cara sholat malam yang paling utama karena pada cara ini tubuh dipenuhi kebutuhannya untuk beristirahat terlebih dulu kemudian bangun malam di waktu-waktu turunnya Alloh ke langit dunia lalu tidur seperenam sisanya supaya tubuh lebih segar dalam melakukan sholat shubuh dan untuk berdzikir sesudahnya.
  3. Ibadah itu penuh keseimbangan dan keadilan, sehingga tidak boleh lalai dari beribadah kepada-Nya dan juga tidak boleh berlebih-lebihan dalam mengerjakannya, karena Robbmu itu memiliki hak atasmu, demikian juga keluargamu maka tunaikanlah setiap hak kepada pemiliknya.
  4. Alloh Tabaaroka wa Ta’aala telah menyediakan berbagai macam ibadah bagimu, apabila kamu terlalu memforsir diri hanya pada salah satunya bisa saja menyebabkan yang lainnya tertinggal, maka sudah semestinya kamu sisakan kekuatan untuk mengerjakan yang lainnya. Kebiasaan yang berjalan pada manusia seperti bergaul dengan keluarga, mengunjungi sahabat-sahabat, mencari rizki, berbincang-bincang dengan anak-anak, tidur; itu semua bisa bernilai ibadah apabila diniatkan untuk meraih pahala dan menunaikan hak-hak sesama. Jadi keutamaan yang Allah sediakan amatlah luas dan kebaikan-Nya amatlah agung (lihat Taisirul ‘Allaam Juz I hal. 388).

Puasa 3 Hari Setiap Bulan

Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu beliau berkata: “Kekasihku shollallohu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan kepadaku dengan tiga perkara: Puasa 3 hari setiap bulan, sholat 2 rokaat Dhuha dan sholat witir sebelum tidur.” (Hadits riwayat Al Bukhori di kitab Shoum no. 1981, kitab Tahajud no. 1178, Muslim dalam kitab Sholatul Musafirin no. 721, Abu Dawud dalam kitab Sholat no. 1432, Ad Daarimi dalam kitab Sholat I/339, II/18,19 di kitab Shoum, Ahmad dalam Musnad-nya II/258, 271, 277, 402, 459, 497, 526)

Faedah yang bisa dipetik dari hadits di atas adalah:

  1. Disunnahkan puasa tiga hari setiap bulan, yaitu pada tanggal 13, 14 dan 15 sebagaimana ditunjukkan dalam hadits Qotadah bin Malhan yang diriwayatkan oleh Ahlu Sunan, beliau mengatakan: Dahulu Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk puasa pada hari-hari putih yaitu pada tanggal 13, 14 dan 15, dan beliau mengatakan “Puasa ini setara dengan puasa sepanjang masa.”
  2. Disunnahkan melakukan sholat Dhuha serta sering-sering melakukannya bagi orang yang tidak kuat bangun sholat malam agar dia tidak kehilangan sholat (sunnah) siang dan malam sekaligus.
  3. Mengerjakan witir sebelum tidur bagi orang yang berdasarkan perkiraan kuat tidak kuat untuk bangun di akhir malam, adapun orang yang merasa kuat untuk bangun di akhir malam hendaknya dia mengerjakan di akhir malam, dan apabila luput darinya karena tidur atau lupa disunnahkan untuk mengqodho’nya.
  4. Tiga hukum yang disebutkan dalam hadits ini termasuk wasiat Nabi yang sangat berharga yang sudah semestinya diperhatikan dan bersemangat dalam mengerjakannya, sebab mengandung manfaat yang amat besar dan kedudukannya sangat mulia (lihat Taisirul ‘Allaam juz I hal 390).

Larangan Puasa di hari Jum’at

Dari Muhammad bin ‘Abbaad bin Ja’far beliau mengatakan: “Aku pernah bertanya kepada Jabir bin ‘Abdillah: ‘Apakah Nabi shollallohu ‘alihi wa sallam melarang puasa di hari Jum’at?’ Dia menjawab: ‘Ya.’” (Hadits riwayat Al Bukhori dalam kitab Shoum no. 1984, Muslim dalam kitab Shiyam no. 1143)

Imam Muslim memberikan tambahan riwayat: “(ya) Demi Rabb ka’bah.”

Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu beliau bekata: Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian berpuasa di hari Jum’at, kecuali sehari sebelum atau sesudahnya berpuasa.” (Hadits riwayat Al Bukhori dalam kitab Shoum no. 1985, Muslim dalam kitab Shiyaam no. 1144, Abu Dawud dalam kitab Shoum no. 2420, At Tirmidzi dalam kitab Shoum no. 743, Ibnu Maajah di kitab Shiyam no. 1723)

Faedah yang bisa dipetik dari hadits di atas adalah:

  1. Larangan mengerjakan puasa di hari Jum’at saja.
  2. Hal itu boleh dilakukan apabila diiringi puasa sehari sebelum atau sesudahnya, atau karena bertepatan dengan puasa yang sudah biasa dikerjakan (misal Puasa Dawud, pent).
  3. Larangan puasa di dalam hadits ini dibawa menuju hukum makruh li tanzih (bukan haram) karena Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah berpuasa pada hari itu dalam rangkaian puasa yang biasa beliau lakukan. Beliau memberikan keringanan bolehnya berpuasa pada hari itu apabila diiringi dengan puasa sehari sebelum atau sesudahnya, seandainya larangan ini dibawa ke hukum haram niscaya tidak boleh puasa di hari itu sebagimana haramnya berpuasa di hari raya Idul Fithri dan Idul Adha (lihat Taisirul’Allaam juz I hal. 391).

Larangan Puasa di Hari Raya

Dari Abu ‘Ubaid maula Ibnu Azhar yang bernama Sa’ad bin ‘Ubaid, beliau berkata: “Aku pernah menghadiri hari raya bersama ‘Umar bin Khoththob rodhiyallohu ‘anhu dan beliau berkata dalam khotbahnya: Dua hari raya ini dilarang oleh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam untuk mengerjakan puasa, yaitu hari kalian ber idul fithri dan hari kalian menyembelih kurban.” (Hadits riwayat Al Bukhori dalam kitab Shoum no. 1990, kitab Al Adhoohi no. 5571, Muslim dalam kitab Shiyaam no. 1137, Abu Dawud no. 2416, At Tirmidzi dalam kitab Shoum no. 771, Ibnu Maajah dalam kitab Shiyaam no. 1772)

Faedah yang bisa dipetik dari hadits di atas adalah:

  1. Diharamkan berpuasa pada hari raya Idul Fithri dan Idul Adha.
  2. Puasa pada dua hari itu tidak dianggap sebagai puasa sehingga hukumnya tidak sah apabila dilakukan, sama saja apakah karena qodho’ atau puasa sunnah, atau puasa nadzar.
  3. Hikmah larangan puasa pada hari itu adalah sebagaimana yang diisyaratkan dalam hadits: masuknya Idul Fithri adalah tanda berakhirnya bulan Romadhon maka hendaknya dibedakan dan supaya diketahui batas puasa wajib dengan merayakan Idul Fithri. Demikian pula beliau melarang puasa sehari atau dua hari sebelum Romadhon dalam rangka membedakan bulan puasa ini dengan bulan-bulan yang lainnya.
  4. Disunnahkan bagi khothib mengingatkan hukum-hukum yang terkait dengan kondisi pada saat dia berbicara dan hendaknya dia berusaha memilih tema-tema yang bersesuaian (Lihat Taisirul ‘Allaam juz I hal. 392).

Balasan Bagi Orang yang Berpuasa Ketika Berjihad Fii Sabiilillaah

Dari Abu Sa’id Al Khudri rodhiyallohu ‘anhu beliau berkata: Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Barangsiapa berpuasa sehari ketika berjihad di jalan Alloh niscaya Alloh akan menjeuhkan wajahnya dari apai neraka sejauh perjalanan 70 tahun.” (Hadits riwayat Al Bukhori dalam kitab Jihad no. 2840, Muslim dalam kitab Shiyaam 128,1153, At Tirmidzi dalam kitab Fadhooilul Jihad no. 1623, An Nasaa’i dalam kitab Shiyaam IV/173, Ibnu Maajah dalam kitab Shiyaam no. 1717)

Faedah yang bisa dipetik dari hadits di atas adalah:

  1. Keutamaan berpuasa di tengah suasana jihad fii sabiilillaah serta pahala agung yang akan diberikan atasnya.
  2. Disunnahkannya berpuasa ketika jihad dengan syarat tidak melemahkan kekuatan berjihad, apabila berpuasa justru membuatnya lemah maka disunnahkan baginya meninggalkan puasa karena jihad termasuk maslahat umum yang lebih luas cakupannya adapun puasa maslahatnya hanya terbatas pada diri orang yang berpuasa, karena semakin luas kemaslahatan yang terkandung dalam suatu ibadah maka itulah yang lebih utama (lihat Taisirul ‘Allaam juz I hal. 394).

Demikianlah beberapa buah hadits yang berkenaan dengan ibadah puasa beserta faedah-faedah yang bisa dipetik darinya. Semoga bermanfaat. Alhamdulillaahilladzii bi ni’matihi tatimmu sholihaat.

Departemen Ilmiah Divisi Bimbingan Masyarakat
Lembaga Bimbingan Islam Al Atsary Jogjakarta

Selasa, 19 Juli 2011

Keutamaan Bulan Ramadhan

Alhamdulillah, wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala aalihi wa shohbihi ajma’in.

Sebentar lagi kita akan menginjak bulan Ramadhan. Sudah saatnya kita mempersiapkan ilmu untuk menyongsong bulan tersebut. Insya Allah, kesempatan kali ini dan selanjutnya, muslim.or.id mulai menampilkan artikel-artikel seputar puasa Ramadhan. Semoga dengan persiapan ilmu ini, ibadah Ramadhan kita semakin lebih baik dari sebelumnya.

Ramadhan adalah Bulan Diturunkannya Al Qur’an

Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan ini dipilih sebagai bulan untuk berpuasa dan pada bulan ini pula Al Qur’an diturunkan. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185)

Ibnu Katsir rahimahullah tatkala menafsirkan ayat yang mulia ini mengatakan, ”(Dalam ayat ini) Allah Ta’ala memuji bulan puasa –yaitu bulan Ramadhan- dari bulan-bulan lainnya. Allah memuji demikian karena bulan ini telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya Al Qur’an dari bulan-bulan lainnya. Sebagaimana pula pada bulan Ramadhan ini Allah telah menurunkan kitab ilahiyah lainnya pada para Nabi ’alaihimus salam.”[1]

Setan-setan Dibelenggu, Pintu-pintu Neraka Ditutup dan Pintu-pintu Surga Dibuka Ketika Ramadhan Tiba

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.”[2]

Al Qodhi ‘Iyadh mengatakan, “Hadits di atas dapat bermakna, terbukanya pintu surga dan tertutupnya pintu Jahannam dan terbelenggunya setan-setan sebagai tanda masuknya bulan Ramadhan dan mulianya bulan tersebut.” Lanjut Al Qodhi ‘Iyadh, “Juga dapat bermakna terbukanya pintu surga karena Allah memudahkan berbagai ketaatan pada hamba-Nya di bulan Ramadhan seperti puasa dan shalat malam. Hal ini berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan, orang akan lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan hal maksiat. Inilah sebab mereka dapat memasuki surga dan pintunya. Sedangkan tertutupnya pintu neraka dan terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang mudah menjauhi maksiat ketika itu.” [3]

Terdapat Malam yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan

Pada bulan ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah –yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan- saat diturunkannya Al Qur’anul Karim.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).

Dan Allah Ta’ala juga berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan: 3). Yang dimaksud malam yang diberkahi di sini adalah malam lailatul qadr. Inilah pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah[4]. Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama di antaranya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.[5]

Bulan Ramadhan adalah Salah Satu Waktu Dikabulkannya Do’a

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ

Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.”[6]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi”.[7] An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Hadits ini menunjukkan bahwa disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk berdo’a dari awal ia berpuasa hingga akhirnya karena ia dinamakan orang yang berpuasa ketika itu.”[8] An Nawawi rahimahullah mengatakan pula, “Disunnahkan bagi orang yang berpuasa ketika ia dalam keadaan berpuasa untuk berdo’a demi keperluan akhirat dan dunianya, juga pada perkara yang ia sukai serta jangan lupa pula untuk mendoakan kaum muslimin lainnya.”[9]

Raihlah berbagai keutamaan di bulan tersebut, wahai Saudaraku!

Semoga Allah memudahkan kita untuk semakin meningkatkan amalan sholih di bulan Ramadhan.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Rabu, 21 Juli 2010

Hadist-hadist Ramadhan

Hadits 1
اِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ اَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ اَبْوَابُ النَّارِوَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ.

Jika tiba bulan Ramadhan, maka dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu semua syaitan (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits 2
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَلَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (ridha Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu (HR. Bukhari).


Hadits 3
ثَلاَثَةٌ لاَتُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: اَلصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَاْلإمَامُ الْعَادِلُ وَالْمَظْلُوْمُ.

Ada tiga golongan orang yang tidak ditolak do’a mereka: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil dan do’a orang yang dizalimi (HR. Tirmidzi).

Hadits 4

ثَلاَثَةٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ يَسْتَكْمِلُ اِيْمَانَهُ: رَجُلٌ لاَيَخَافُ فِىاللهِ لَوْمَةَ لاَئِمٍ وَلاَيُرَائِى بِشَيْءٍ مِنْ عَمَلِهِ وَاِذَا عُرِضَ عَلَيْهِ اَمْرَانِ اَحَدُهُمَا لِلدُّنْيَا وَالآخَرُ لِلاَخِرَةِ اِخْتَارَ اَمْرَاْلاَخِرَةِ عَلَى الدُّنْيَا.

Tiga perkara, barangsiapa hal itu ada pada dirinya, berarti ia menyempurnakan imannya: (1) seseorang yang tidak pernah takut demi agama Allah pada kecaman si pengecam (2) tidak riya dengan sesuatu dari amalnya, (3) apabila dua perkara dihadapkan kepadanya, salah satu untuk dunia dan yang lain untuk akhirat, maka ia memilih urusan akhirat daripada urusan dunia (HR. Ibnu Asakir dari Abu Hurairah ra).

Hadits 5

اِنَّ اَخْوَفَ مَااَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ اْلاَصْغَرُ. قَالُوْا: وَمَا الشِّرْكُ اْلاَصْغَرُيَارَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ: الرِّيَاءُ.

Sesungguhnya yang paling aku takuti atas kamu adalah syirik yang paling kecil�. Sahabat bertanya: “Apakah syirik yang paling kecil itu?�. Rasul menjawab: “riya� (HR. Ahmad).

Hadits 6

اِنَّ اللهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلاَثًا: اَنْ تَعْبُدُوْهُ وَلاَتُشْرِكُوْابِهِ شَيْئًا وَاَنْ تَعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًاوَلاَ تَفَرَّقُوْا وَاَنْ تَنَاصَحُوْا مَنْ وَلاَّهُ اللهُ اَمْرَكُمْ.

Sesungguhnya Allah ridha untuk kamu tiga perkara: (1) kamu beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan sesuatu dengan-Nya. (2) kamu berpegang teguh kepada tali Allah dan tidak bercerai berai (3) kamu menasihati dengan tulus terhadap orang yang diangkat oleh Allah menguasai urusanmu (HR. Ahmad dan Muslim dari Abu Hurairah).

4 Hadist Lemah tentang Ramadhan

4 Hadist Lemah Tentang Ramadhan

Selain 4 hadist diatas masih ada beberapa hadits yang derajatnya lemah atau palsu tentang seputar Ramadhan

Berikut cuplikan beberapa hadist-hadist yang populer di bulan Ramadhan, tetapi sebenarnya kedudukan hadist tersebut tidak cukup kuat untuk dijadikan dasar. Walaupun ada beberapa makna baik yang dikandungnya. Paparan Empat hadist tersebut kiriman dari salah seorang pembaca setia Percikan Imam. Semoga bermanfaat.

Pertama.
"Artinya : Kalaulah seandainya kaum muslimin tahu apa yang ada di dalam Ramadhan, niscaya umatku akan berangan-angan agar satu tahun Ramadhan seluruhnya. Sesungguhnya surga dihiasi untuk Ramadhan dari awal tahun kepada tahun berikutnya ...." Hingga akhir hadits ini.
Status : Maudhu' / Palsu


Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (no.886) dan Ibnul Jauzi di dalam Kitabul Maudhuat (2/188-189) dan Abu Ya'la di dalam Musnad-nya sebagaimana pada Al-Muthalibul 'Aaliyah (Bab/A-B/tulisan tangan) dari jalan Jabir bin Burdah dari Abu Mas'ud al-Ghifari.

Hadits ini maudhu' (palsu), penyakitnya pada Jabir bin Ayyub, biografinya ada pada Ibnu Hajar di dalam Lisanul Mizan (2/101) dan beliau berkata : "Mashur dengan kelemahannya". Juga dinukilkan perkataan Abu Nua'im, " Dia suka memalsukan hadits", dan dari Bukhari, berkata, "Mungkarul hadits" dan dari An-Nasa'i, "Matruk" (ditinggalkan) haditsnya".

Ibnul Jauzi menghukumi hadits ini sebagai hadits palsu, dan Ibnu Khuzaimah berkata serta meriwayatkannya, "Jika haditsnya shahih, karena dalam hatiku ada keraguan pada Jarir bin Ayyub Al-Bajali".

Kedua.
"Artinya : Wahai manusia, sungguh bulan yang agung telah datang (menaungi) kalian, bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, Allah menjadikan puasa (pada bulan itu) sebagai satu kewajiban dan menjadikan shalat malamnya sebagai amalan sunnah. Barangsiapa yang mendekatkan diri pada bulan tersebut dengan (mengharapkan) suatu kebaikan, maka sama (nilainya) dengan menunaikan perkara yang wajib pada bulan yang lain .... Inilah bulan yang awalnya adalah rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah merupakan pembebasan dari api neraka ...." sampai selesai.
Status : Dhaif sanadnya

Hadits ini juga panjang, kami cukupkan dengan membawakan perkataan ulama yang paling masyhur. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (1887) dan Al-Muhamili di dalam Amalinya (293) dan Al-Asbahani dalam At-Targhib (q/178, b/tulisan tangan) dari jalan Ali bin Zaid Jad'an dari Sa'id bin Al-Musayyib dari Salman.

Hadits ini sanadnya Dhaif, karena lemahnya Ali bin Zaid, berkata Ibnu Sa'ad, Di dalamnya ada kelemahan dan jangan berhujjah dengannya, berkata Imam Ahmad bin Hanbal: Tidak kuat, berkata Ibnu Ma'in: Dha'if, berkata Ibnu Abi Khaitsamah: Lemah di segala penjuru, dan berkata Ibnu Khuzaimah: Jangan berhujjah dengan hadits ini, karena jelek hafalannya. Demikian di dalam Tahdzibut Tahdzib [7/322-323].

Dan Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkan hadits ini: jika benar kabarnya. Berkata Ibnu Hajar di dalam Al-Athraf: Sumbernya pada Ali bin Zaid bin Jad'an, dan dia lemah, sebagaimana hal ini dinukilkan oleh Imam As-Suyuthi di dalam Jami'ul Jawami (no. 23714 -tertib urutannya).

Dan Ibnu Abi Hatim menukilkan dari bapaknya di dalam Illalul Hadits (I/249): hadits yang Mungkar

Ketiga.
"Artinya : Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat"
Status : Dhaif sanadnya

Hadits tersebut merupakan potongan dari hadits riwayat Ibnu Adi di dalam Al-Kamil (7/2521) dari jalan Nahsyal bin Sa'id, dari Ad-Dhahak dari Ibu Abbas. Nashsyal (termasuk) yang ditinggal (karena) dia pendusta dan Ad-Dhahhak tidak mendengar dari Ibnu Abbas.

Diriwayatkan oleh At-Thabrani di dalam Al-Ausath (1/q 69/Al-Majma'ul Bahrain) dan Abu Nu'aim di dalam At-Thibun Nabawiy dari jalan Muhammad bin Sulaiman bin Abi Dawud, dari Zuhair bin Muhammad, dari Suhail bin Abi Shalih dari Abu Hurairah.

Dan sanad hadits ini lemah. Berkata Abu Bakar Al-Atsram, "Aku mendengar Imam Ahmad -dan beliau menyebutkan riwayat orang-orang Syam dari Zuhair bin Muhammad- berkata: "Mereka meriwayatkan darinya (Zuhair,-pent) beberapa hadits mereka (orang-orang Syam, -pent) yang dhoif itu". Ibnu Abi Hatim berkata : "Hafalannya jelek dan hadits dia dari Syam lebih mungkar daripada haditsnya (yang berasal) dari Irak, karena jeleknya hafalan dia". Al-Ajalaiy berkata : "Hadits ini tidak membuatku kagum", demikianlah yang terdapat pada Tahdzibul Kamal (9/417).

Aku katakan : Dan Muhammad bin Sulaiman Syaami, biografinya (disebutkan) pada Tarikh Damasqus (15/q 386-tulisan tangan) maka riwayatnya dari Zuhair sebagaimana di naskhan oleh para Imam adalah mungkar, dan hadits ini darinya.

Keempat
"Artinya : Barangsiapa yang berbuka puasa satu hari pada bulan Ramadhan tanpa ada sebab dan tidak pula karena sakit maka puasa satu tahun pun tidak akan dapat mencukupinya walaupun ia berpuasa pada satu tahun penuh" Hadits ini diriwayatkan Bukhari dengan mu'allaq dalam shahih-nya (4/160-Fathul Bari) tanpa sanad.
Status : Dhaif sanadnya

Ibnu Khuzaimah telah memalukan hadits tersebut di dalam Shahih-nya (19870), At-Tirmidzi (723), Abu Dawud (2397), Ibnu Majah (1672) dan Nasa'i di dalam Al-Kubra sebagaimana pada Tuhfatul Asyraaf (10/373), Baihaqi (4/228) dan Ibnu Hajjar dalam Taghliqut Ta'liq (3/170) dari jalan Abil Muthawwas dari bapaknya dari Abu Hurairah.

Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari (4/161) : "Dalam hadits ini ada perselisihan tentang Hubaib bin Abi Tsabit dengan perselisihan yang banyak, hingga kesimpulannya ada tiga penyakit : idhthirah (goncang), tidak diketahui keadaan Abil Muthawwas dan diragukan pendengaran bapak beliau dari Abu Hurairah".

Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkannya : Jika khabarnya shahih, karena aku tidak mengenal Abil Muthawwas dan tidak pula bapaknya, hingga hadits ini dhaif juga.

Inilah empat hadits yang didhaifkan oleh para ulama dan dilemahkan oleh para Imam, namun walaupun demikian kita (sering) mendengar dan membacanya pada hari-hari di bulan Ramadhan yang diberkahi khususnya dan selain pada bulan itu pada umumnya.

Tidak menutup kemungkinan bahwa sebagian hadits-hadits ini memiliki makna-makna yang benar, yang sesuai dengan syari'at kita yang lurus baik dari Al-Qur'an maupun Sunnah, akan tetapi (hadits-hadits ini) sendiri tidak boleh kita sandarkan kepada Rasulullah SAW, dan terlebih lagi -segala puji hanya bagi Allah- umat ini telah Allah khususkan dengan sanad dibandingkan dengan umat-umat yang lain. Dengan sanad dapat diketahui mana hadits yang dapat diterima dan mana yang harus ditolak, membedakan yang shahih dari yang jelek.

Selain 4 hadist diatas masih ada beberapa hadits yang derajatnya lemah atau palsu tentang seputar ramadhan, beberapa diantaranya sangat popular dan seringkali disampaikan oleh para da’i/ustadz diantaranya adalah :
- Bulan Ramadhan itu permulaannya rahmat, pertengahannya maghfirah (ampunan), dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka.
- Shalat Jum’at di Madinah seperti seribu shalat di tempat lain, dan puasa bulan Ramadhan di Madinah seperti puasa seribu bulan di tempat lain.
- Bulan Ramadhan itu tergantung diantara langit dan bumi, dan tidak akan diangkat kepada ALLAH kecuali dengan zakat fitrah
- Barang siapa beri’tikaf sepuluh hari dibulan Ramadhan, maka sama pahalanya seperti dua kali haji dan dua kali umrah

Minggu, 30 Mei 2010

The Elegant Hijab


Kacang adalah tanaman yang indah. Dengan bangga menampilkan Hijab kuat hijau. Ini melindungi dari cuaca panas dan dingin dan pelindung dari serangga. Allah telah memberkati kacang polong dengan Hijab khusus, karena tanpa itu, benih akan menyebar, kering dan mati.



jeruk ini menyimpan sendiri dalam oranye mengkilap Hijab untuk melindungi buah lezat. Jika tidak, kehilangan rasanya.



Itu adalah pisang, kelapa, dan delima. Masing-masing memiliki Hijab elegan dan unik, yang melindungi dari penyakit dan kehancuran.



Permata laut, mutiara, telah diberi Hijab sangat kuat dan kasar - cangkang tiram. Ini melindungi dari binatang laut dan menyimpannya di dalam gemerlap dan bersinar.

Namun, yang paling dicintai Allah dalam semua ciptaan-Nya adalah gadis Muslim yang memakai jilbab. Dia tahu ini adalah karunia dari Allah. Ini melindunginya dari bahaya, cedera dan kerusakan. Dia memakainya karena tahu itu memberi harga dirinya, keindahan dan rasa hormat. Begitu berharga dia bisa bahwa dia menyembunyikan diri di bawahnya Hijab.

Apakah Anda memakai jilbab? Cobalah hari ini

"Dan katakanlah kepada perempuan setia untuk menurunkan tatapan mereka, dan untuk menjaga bagian pribadi mereka, dan tidak untuk menampilkan kecantikan mereka kecuali apa yang jelas itu, dan untuk memperpanjang headcoverings mereka (khimars) untuk menutupi dada mereka (jaybs), dan tidak untuk menampilkan kecantikan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putra-putra saudara-saudara mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau kaum perempuan mereka, atau apa yang mereka aturan tangan kanan (budak), atau para pengikut dari orang-orang yang tidak merasa keinginan seksual, atau anak-anak kecil kepada siapa ketelanjangan wanita tidak jelas, dan tidak untuk menyerang kaki mereka (di tanah) sehingga membuat dikenal apa yang mereka sembunyikan dari perhiasan mereka dan bertobat kepada Allah bersama-sama., hai kamu beriman, agar kamu sukses "(Al Quran An-Nur: 31)

"Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu dan anak-anakmu dan wanita beriman untuk menarik outergarments mereka (jilbabs) dekat di sekitar mereka;! Yang lebih baik bahwa mereka akan diakui dan tidak terganggu Dan Allah Maha Pengampun, lembut.." (Al Quran Al-Ahzab: 59)

Status Wanita dalam Islam

"Mengapa begitu banyak perempuan yang telah lahir dan dibawa di Eropa dan Amerika bersedia untuk menolak 'kebebasan mereka' dan 'kemerdekaan' untuk memeluk agama yang konon menindas mereka dan secara luas dianggap merugikan mereka?" Ini adalah pertanyaan yang saya temukan di salah satu situs sambil berselancar di sekitar, dan saya menemukannya pertanyaan yang menarik dan yang saya ingin menarik artikel ini di sekitar.

Dapatkah Islam menjadi berprasangka terhadap perempuan, dan belum menarik bagi perempuan? Dapatkah Islam lebih rendah status seorang wanita dan masih memiliki perempuan lebih merangkul sebagai cara hidup mereka daripada laki-laki? Menurut sebuah artikel yang ditulis oleh Lucy Berrington dalam Majalah Times (London) tanggal 9 November 1993: "Bahkan lebih ironis yang mengubah sebagian besar Inggris harus perempuan, mengingat pandangan umum di barat bahwa Islam memperlakukan perempuan buruk. Dalam Amerika Serikat, perempuan melebihi jumlah laki-laki mengubah empat sampai satu, dan di Britania membentuk sebagian besar dari 10 diperkirakan, 000 sampai 20, 000 mengkonversi, membentuk bagian dari komunitas Muslim 1-1.500.000 "

Bagaimana kasus wanita-wanita dijelaskan?! Yah, aku bisa mengatakan bahwa hanya ada satu dari dua pilihan yang satu dapat memutuskan atas. Entah semua orang perempuan yang memilih Islam tidak tahu apa yang mereka lakukan atau bahwa mereka menemukan Islam tidak mengesampingkan mereka sebagai orang lain belum mengetahui. Baru masuk Islam sejak 11 September, petty officer Angkatan Laut AS, Heather Ramaha. "Islam memberi kita Elevation; tidak Degradasi"

Dalam Noble Qur'an Allah (bahasa Arab kata untuk Tuhan) mengatakan:
"Manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan, dan membuatmu berbangsa-bangsa dan suku, supaya kamu saling mengenal Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di Sight Allah. Adalah mukmin yang telah Taqwa (kesalehan yaitu dan kebenaran) dan mencintai Allah paling Sesungguhnya,. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengetahui. " Al Qur'an (49:13)

"Aku tidak akan kehilangan tenaga kerja dari setiap tenaga kerja yang Anda jalan-Ku, baik pria atau wanita; Anda masing-masing adalah sama dengan yang lain. The Holy Qur'an (3:195)"

Pada cahaya ayat-ayat, Islam menyatakan bahwa ia telah datang bukan untuk merugikan perempuan, tetapi sebenarnya telah diturunkan untuk mengangkat wanita sejak 1400 tahun yang lalu, ketika perempuan di banyak bagian dunia dan khususnya di masyarakat Barat dianggap benda yang dimiliki dan dengan sedikit atau tidak ada hak di masyarakat mereka tinggal masuk

Sebelum agama lain atau sistem di dunia Islam memberi wanita hak untuk mewarisi, hak untuk memilih dan suara pendapatnya, hak untuk perdagangan investasi dan meningkatkan dirinya sendiri secara finansial, hak untuk memiliki - membeli dan menjual, hak untuk mencari pengetahuan dan pendidikan yang baik, hak untuk bekerja dan bahkan telah melangkah lebih jauh untuk mewajibkan laki-laki dalam setiap tahap hidupnya, apakah itu seorang ayah, saudara laki-laki atau suami ... Itu tugas mereka di hadapan Allah untuk merawatnya, untuk dibelanjakan pada dirinya, untuk memberikan dengan makanan, pakaian dan tempat tinggal yang dia perlu, untuk memberikan dengan pendidikan yang baik, untuk melindungi dirinya dari sesuatu yang dapat merusak dan untuk tidak pernah ragu-ragu untuk menyerahkan hidup mereka di saham untuk dia jika perlu panggilan mereka untuk melakukannya. "Sebagai orang Barat modern dengan karier, tentu saja saya harus melihat ke dalam sikap Islam terhadap perempuan - saya tidak bisa tertindas tiba-tiba Tapi saya menemukan bahwa pro-perempuan dan pro-orang.; Dalam Islam, perempuan memiliki hak untuk memilih pada tahun 600. Pria berpakaian sopan, wanita berpakaian sopan, tidak harus main mata dengan mata, tetapi mereka harus menundukkan pandangan mereka, saya pikir itu tidak sehat untuk memamerkan seksualitas Anda -. itu menarik energi yang salah kembali. " (MTV Presenter Kristiane Backer setelah seorang muslim) "Sejak aku menelepon diriku feminis, membaca awal saya berpusat di sekitar perempuan dalam Islam saya pikir. Islam menindas perempuan. Dalam Studi Perempuan saya, saya telah membaca tentang wanita muslim yang tidak diperkenankan untuk meninggalkan rumah mereka dan dipaksa untuk menutupi kepala mereka. Tentu saja aku melihat jilbab sebagai alat menindas yang dikenakan oleh laki-laki bukan sebagai ekspresi diri dan martabat. Apa yang saya temukan dalam pembacaan saya mengejutkan saya. Islam bukan hanya tidak menindas perempuan , tapi benar-benar membebaskan mereka, setelah memberi mereka hak di abad ke-6 yang telah kami hanya mendapatkan di abad ini di negara ini: hak untuk memiliki harta dan kekayaan dan mempertahankan bahwa namanya setelah menikah, hak untuk memilih; dan hak untuk perceraian. " (Karima Slack, seorang feminis Amerika dari humanisme sekuler Islam)

Sebagian masyarakat Muslim saat ini kurangnya nilai-nilai. Beberapa orang benar mungkin bertanya kemudian, mengapa kita melihat beberapa masyarakat Muslim tidak memiliki nilai-nilai? Ada yang indah dan sangat benar contoh aku mendengar dari ceramah oleh seorang Muslim Amerika yang disebut Khaled Yaseen, yang mengatakan bahwa setiap orang bisa menjadi seorang ayah, tetapi jika ayah tidak berubah menjadi ayah yang baik maka itu bukanlah ayah bahwa kita akan menyalahkan. Demikian pula, Islam adalah aturan dan ketertiban. Seorang muslim yang tidak bertindak sesuai dengan aturan dan ketertiban maka tentu saja tidak dengan Islam yang harus membawa kesalahan.

Karla, sebuah Simbol muda berambut bermata Biru muda Amerika dari Washington DC yang merupakan konversi Islam baru-baru ini mengatakan dalam sebuah wawancara dibuat dengan:-nya Pertanyaan utama orang tampaknya bertanya, "Bagaimana mungkin Anda, seorang wanita Amerika berpendidikan masuk Islam- -sebuah agama yang menindas perempuan? " Mereka cepat untuk mencoba dan menyamakan hak-hak perempuan di Afghanistan dengan hak-hak perempuan muslim di mana-mana. Pada dasarnya, apa yang saya katakan kepada mereka, adalah bahwa Al-Qur'an memberikan hak-hak perempuan lebih daripada Alkitab - dicetak. Itulah salah satu hal yang pertama menarik saya untuk Islam. Sayangnya hari ini, Islam tidak lagi menjadi pemimpin dalam hak-hak perempuan. Aku punya pilihan - menyangkal apa yang saya yakini (yaitu bahwa hanya ada satu Allah, dan bahwa Muhammad adalah seorang nabi Allah) ... atau menerima apa yang saya percaya, tetapi bekerja untuk mengubah masalah-masalah yang ada dalam masyarakat Muslim. Aku memilih yang terakhir.

Dalam dunia saat ini, dapat dikatakan bahwa pemerintah Taliban di Afghanistan telah dianggap sebagai contoh atas Penindasan Perempuan dalam Islam. Tapi apa ironis adalah bahwa bahkan ketika seorang wanita jatuh tawanan di tangan orang-orang yang dianggap orang yang paling dibenci di dunia, Islam tidak gagal untuk memenangkan hatinya.

Yvonne Ridley adalah seorang jurnalis pemenang penghargaan lebih dari 25 tahun berdiri dan penulis dua buku, In The Hands of Taliban dan Tiket ke surga. Dia telah menghabiskan 10 tahun terakhir bekerja untuk beberapa surat kabar bergengsi Street Armada termasuk The Sunday Times, The Observer, The Independent pada hari Minggu dan The Express hari Minggu. Dia juga telah berkembang menjadi televisi dan radio memproduksi beberapa dokumenter dari Irak dan Afghanistan. Yvonne menjadi berita utama pada bulan September 2001 ketika ketika bekerja untuk Daily Express ia menyeberang secara ilegal ke Afghanistan dan kemudian ditawan oleh Taliban selama 11 hari. Setelah dibebaskan, dia membaca Alquran seperti yang sudah setuju untuk selama penawanan, dan masuk Islam pada musim panas 2003.

Last but not least saya ingin menyimpulkan dengan perkataan-perkataan diberkati perdamaian Nabi Muhammad saw:
"Ini adalah murah hati (dalam karakter) yang baik untuk perempuan, dan adalah orang jahat yang menghina mereka."
"Orang percaya yang paling sempurna adalah yang terbaik dalam melakukan dan terbaik dari Anda adalah mereka yang terbaik untuk istri-istri mereka."
"Perlakukan wanita dengan baik dan bersikap baik kepada mereka karena mereka adalah mitra Anda dan penolong berkomitmen."

Islam di Dunia Barat

Hal ini hampir mustahil untuk generalisasi tentang Muslim Amerika: mengkonversi, imigran, buruh pabrik, dokter; semua membuat kontribusi mereka sendiri untuk masa depan Amerika.

Komunitas kompleks disatukan oleh iman yang umum, didukung oleh jaringan seluruh negeri seribu masjid.
Muslim pendatang awal di Amerika Utara. Pada abad kedelapan belas ada ribuan dari mereka, bekerja sebagai budak di perkebunan. Komunitas-komunitas awal, terputus dari warisan mereka dan keluarga, pasti kehilangan identitas Islam mereka sebagai waktu berlalu. Dewasa ini banyak Afro-Amerika Muslim memainkan peran penting dalam komunitas Islam.

Abad kesembilan belas, Namun, melihat awal masuknya Arab Muslim, yang sebagian besar menetap di pusat-pusat industri besar di mana mereka menyembah di kamar disewa. Awal abad kedua puluh menyaksikan kedatangan beberapa ratus ribu orang muslim dari Eastem Eropa: Albania Masjid pertama dibuka di Maine pada tahun 1915, yang lainnya segera diikuti, dan sekelompok Polandia Muslim membuka sebuah masjid di Brooklyn pada tahun 1928.

Pada 1947 Washington Islamic Center didirikan selama jangka waktu Presiden Truman, dan beberapa organisasi nasional didirikan pada tahun lima puluhan. Periode yang sama melihat pembentukan komunitas-komunitas lain yang hidupnya dalam banyak hal meniru Islam. Baru-baru ini, sejumlah anggota kelompok ini telah memasuki lipatan ortodoksi Islam. Saat ini ada sekitar lima juta Muslim di Amerika.

MiracLe of Islam

Dalam Al Qur'an, Nabi Nuh sebagai salah satu dari lima nabi terbesar mempunyai peranan yang sangat khusus untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah melalui wahyu. Allah mengutus Nuh untuk memperingatkan orang-orang untuk bertobat dan berhenti menyembah berhala, dan harus segera kembali ke aturan Allah karena jika tidak, Allah akan memberikan hukuman sebagai hukuman atas kelakuan mereka.

Setelah selama ini Nabi Nuh terus mencoba memperingatkan mereka untuk bertobat, maka Tuhan memerintahkan Nuh untuk membangun sebuah bahtera untuk menyelamatkan diri sendiri dan Umat (orang) dan masing-masing sepasang binatang. Mereka yang diselamatkan adalah orang-orang yang diberi hak yang benar melalui perilaku yang baik, tapi salah satu anak Nuh tidak mendapatkan hak itu dan iri. (Foto dari: AnswerInGenesis)

Dalam menghadapi berbagai penghinaan dan caci maki, nabi Nuh selesai membangun bahtera di gunung. Segera setelah bangunan itu, Allah menciptakan banjir besar yang menggenangi seluruh negeri, sehingga tidak ada yang bisa diselamatkan kecuali mereka yang telah ke dalam bahtera

Dalam Quran suci dijelaskan oleh surat-surat dan ayat-ayat tentang kisah Nabi Nuh terutama pada Surat Nuh dan Surat Hud.

Itu terjadi karena generasi Nuh yang menyembah patung-patung yang mereka sebut dewa. Mereka percaya bahwa para dewa akan membawa kebaikan bagi mereka, melindungi mereka dari kejahatan dan menyediakan semua kebutuhan mereka. Mereka memberi nama untuk berhala mereka seperti orang-orang saleh yang telah meninggal sebelum kemudian mereka mengabadikan dengan membuat patung ini.

Ibnu Abbas menjelaskan: "Setelah kematian orang-orang benar, iblis berbisik kepada umat-Nya untuk membangun patung-patung di tempat di mana mereka digunakan untuk duduk Mereka melakukan ini. Tapi ini tidak menyembah patung itu sampai generasi yang akan datang menyimpang dari jalan yang benar dari kehidupan Lalu mereka menyembah mereka sebagai berhala mereka.. "

Distrust Allah adalah tragedi besar yang tidak hanya kehilangan kebebasan, yang mencapai efek serius dan menghancurkan pikiran manusia juga. Allah SWT menciptakan manusia dan pikirannya dengan tujuan yang ditetapkan pada pencapaian yang paling penting adalah pengetahuan bahwa Allah sendiri adalah Pencipta dan yang lain adalah budak. Oleh karena itu, percaya kepada Allah, atau politeisme, akan menyebabkan hilangnya kebebasan, penghancuran pikiran, dan tidak adanya tujuan mulia dalam kehidupan.

Ingat, Allah akan memberikan hukuman kepada orang-orang pemberontak dalam lingkungan bahwa meskipun ada orang-orang yang menaati, tetapi Dia (Allah) selalu memberikan peringatan pertama melalui Rasul Nya dan Rosul. Sekarang peringatan-peringatan itu dapat secara jelas kita ketahui melalui Al Qur'an.

Sabtu, 01 Mei 2010

Suka, Sayang, Cinta

Dihadapan orang yang kamu cintai,
musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah

Dihadapan orang yang kamu sukai,
musim dingin tetap saja musim dingin hanya
suasananya lebih indah sedikit

Dihadapan orang yang kamu cintai,
jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat

Dihadapan orang yang kamu sukai,
kau hanya merasa senang dan gembira saja

Apabila kamu melihat kepada mata orang yang
kamu cintai, matamu berkaca-kaca

Apabila kamu melihat kepada mata orang yang
kam sukai, kamu hanya tersenyum saja

Dihadapan orang yang kamu cintai,
kata-kata yang keluar berasal dari perasaan yang
terdalam

Dihadapan orang yang kamu sukai,
kata-kata hanya keluar dari pikiran saja

Jika orang yang kamu cintai menangis,
kamu akan ikut menangis disisinya

Jika orang yang kamu sukai menangis,
kamu hanya menghibur saja

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan
rasa suka dimulai dari telinga

Jadi jika kamu mau berhenti menyukai seseorang,
cukup dengan menutup telinga.

Tapi apabila kamu mencoba menutup matamu dari
orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi
tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam
jarak waktu yang cukup lama.

“Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta… ada
perasaan yang lebih mendalam.
Yaitu rasa sayang…. rasa yang tidak hilang
secepat rasa cinta. Rasa yang tidak mudah
berubah.

Perasaan yang dapat membuatmu berkorban
untuk orang yang kamu sayangi.
Mau menderita demi kebahagiaan orang yang
kamu sayangi.

Cinta ingin memiliki. Tetapi Sayang hanya ingin
melihat orang yang disayanginya bahagia..
walaupun harus kehilangan.

==============================================================

Hidup diukur bukan berdasarkan lamanya, melainkan
berdasarkan besarnya sumbangan yang diberikan.
(peter marsh)

Keajaibannya terletak disini__semakin banyak kita
memberi,semakin banyak yang kita punyai. (Leonard
Nimoy)

Ingatlah terus bahwa makna seseorang yang
sesungguhnya adalah bagaimana cara ia
memperlakukan orang lain yang tidak mampu berbuat
baik padanya. (Ann Landers)

Seberapa jauh perjalanan anda dalam hidup ini
bergantung pada apakah anda bersikap lembut kepada
yang lebih muda, bersikap kasih kepada yang lebih
tua, bersimpati kepada yang harus berjuang lebih
keras,dan bertenggang rasa kepada yang lemah dan
yang kuat, karena suatu hari dalam hidup ini, anda
akan menjadi salah satu diantaranya (George
Washington Carver)

Keramahan dalam tutur kata menciptakan percaya
diri, keramahan dalam berpikir menciptakan
kesempurnaan,keramahan dalam memberi melahirkan
kasih. (Lao Tse)

Orang yang berbicara kepada anda tentang orang
lain disebut penggosip, orang yang berbicara
kepada anda tentang dirinya sendiri adalah orang
yang membosankan, sedangkan orang yang berbicara
kepada anda tentang anda adalah orang yang cerdas
(Lisa Kirk)

Orang menyukai kita bukan dari siapa diri kita
tapi dari apakah kita dapat membuat orang tersebut
senang (Erwin Federman)

Anakku, beginilah cara membuat orang menyukaimu,
buatlah setiap orang lebih menyukai dirinya,bahkan
sedikit saja, dan aku berani menjamin bahwa ia
akan sangat menyukaimu. (Lord Chesterfield)

Hanya mereka yang telah menyadari kekuatan
ketulusan dan memberi tanpa pamrih akan mengalami
kebahagiaan hidup yang paling mendalam, kepuasan
sejati. (Anthony Robins)

Tujuan hidup bukan untuk menang, tujuan hidup
adalah untuk tumbuh dan saling berbagi. Apabila
anda menyempatkan diri menengok semua yang telah
anda perbuat dalam hidup, anda akan mendapatkan
kepuasan yang lebih banyak dari kesenangan yang
anda datangkan bagi orang lain ketimbang dari
peristiwa-peristiwa ketika anda mengungguli dan
mempecundangi mereka. (harold Kushner)

Kesalahan kita yang paling buruk adalah terlalu
sibuk mengurusi kesalahan orang lain (Kahlil Gibran)

Tukang kritik adalah seseorang yang tidak pernah
sungguh-sungguh berangkat ke medan perang tetapi
belakangan muncul untuk menembaki mereka yang
luka-luka (Tyne Daly)

Hari ini aku akan bertemu dengan orang-orang yang
banyak cakap,orang-orang yang mementingkan diri
sendiri,orang-orang yang egois,orang-orang yang
tidak kenal terima kasih. Akan tetapi aku tidak
akan terkejut atau merasa terganggu, karena aku
tidak dapat membayangkan sebuah dunia tanpa
orang-orang semacam itu. (Marcus Aurelius)

Kemiskinan yang paling menyedihkan adalah kesepian
dan rasa tidak diinginkan (Bunda Theresa)

==========================================================

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa
dikecewakan, depressi, dan sakit hati.
Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu
memikirkan hal-hal tersebut.

Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan
pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu
memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan
menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal
yang indah di sekeliling kita?

Saya percaya kita akan menjadi orang yang
berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur
untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang
buruk.

kita bukanlah orang tanpa kekurangan, begitu pula
dengan pasangan kita,kita tidak bisa membentuknya
menjadi sosok tanpa cacat.. kita ingin menerima
setiap orang dalam hidup kita dengan segala
kekurangannya sebagaimana mereka menerima kita
dalam hidup mereka…

masa lalu adalah untuk dilupakan,tidak ada
kendaraan secanggih apapun yang mampu membawa kita
kembali kesana, jadi untuk apa mengungkitnya lagi?
syukuri yang anda peroleh sekarang…
lupakan yang telah lewat..
dan berbahagialah..

Kamis, 29 April 2010

Saat Iblis Bertamu Kepada Rasulullah SAW

Iblis Terpaksa Bertamu Kepada Rasulullah SAW
(dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas)

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”

Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”

Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”

Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”

Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”.

Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin…”

Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”

Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”

“Siapa yang memaksamu?”

Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:

“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”

“Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”


Orang Yang Dibenci Iblis

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”

Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”

“Siapa selanjutnya?”

“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”

“lalu siapa lagi?”

“Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”

“Lalu siapa lagi?”

“Orang yang selalu bersuci.”

“Siapa lagi?”

“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”

“Apa tanda kesabarannya?”

“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar.”

” Selanjutnya apa?”

“Orang kaya yang bersyukur.”

“Apa tanda kesyukurannya?”

“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”

“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”

“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”

“Umar bin Khattab?”

“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”

“Usman bin Affan?”

“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”

“Ali bin Abi Thalib?”

“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)


Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis

“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”

“Aku merasa panas dingin dan gemetar.”

“Kenapa?”

“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”

“Jika seorang umatku berpuasa?”

“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”

“Jika ia berhaji?”

“Aku seperti orang gila.”

“Jika ia membaca al-Quran?”

“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”

“Jika ia bersedekah?”

“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”

“Mengapa bisa begitu?”

“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”

“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”

“Suara kuda perang di jalan Allah.”

“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”

“Taubat orang yang bertaubat.”

“Apa yang dapat membakar hatimu?”

“Istighfar di waktu siang dan malam.”

“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”

“Sedekah yang diam – diam.”

“Apa yang dapat menusuk matamu?”

“Shalat fajar.”

“Apa yang dapat memukul kepalamu?”

“Shalat berjamaah.”

“Apa yang paling mengganggumu?”

“Majelis para ulama.”

“Bagaimana cara makanmu?”

“Dengan tangan kiri dan jariku.”

“Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”

“Di bawah kuku manusia.”


Manusia Yang Menjadi Teman Iblis

Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis?”

“Pemakan riba.”

“Siapa sahabatmu?”

“Pezina.”

“Siapa teman tidurmu?”

“Pemabuk.”

“Siapa tamumu?”

“Pencuri.”

“Siapa utusanmu?”

“Tukang sihir.”

“Apa yang membuatmu gembira?”

“Bersumpah dengan cerai.”

“Siapa kekasihmu?”

“Orang yang meninggalkan shalat jumaat”

“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”

“Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”


Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas

Rasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”

Iblis segera menimpali:

“Tidak,tidak.. tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”

“Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”

“Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. "

"Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. "

"Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”

Iblis Dibantu oleh 70.000 Anak-Anaknya

“Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.

Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orang -orang tua, sebagian untuk menggangu wanta – wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.

Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.

Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.

Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.

Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.”

Syaithan juga berkata, “keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.

“Mereka, anak – anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.

Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.”

Cara Iblis Menggoda

“Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?

Akulah mahluk pertama yang berdusta.

Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau Muhammad?

Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar – benar menasihatinya.

Sumpah dusta adalah kegemaranku.

Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku.

Kesaksian palsu kegembiraanku.

Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ’shalatmu tidak sah’

Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.

Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.

jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.

Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalamdirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.

Dan iapun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’

Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.

Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?”

10 Hal Permintaan Iblis kepada Allah SWT

“Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?”

“10 macam”

“Apa saja?”

“Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan.”

Allah berfirman,

“Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)

“Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.

Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.

Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.

Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.

Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.

Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.

Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.”

Allah berfirman,

“Orang -orang boros adalah saudara – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27).

“Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.

Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.

Allah menjawab, “silahkan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.

Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.”

Iblis berkata : “Wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.

Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!!!

Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.

Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”

Rasulullah SAW lalu membaca ayat :

“Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 - 119)

juga membaca,

“Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata:

“Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.”

Sampaikanlah risalah ini kepada saudara-saudara kita, agar mereka mengerti dengan benar, apakah tugas-tugas dari Iblis atau Syaithan tsb. Sehingga kita semua dapat mengetahui dan dapat mencegahnya dan tidak menuruti bisikan dan godaan Iblis atau Syaithan.

Mudah-mudahan dengan demikian kita dapat setidak-setidaknya membuat hidup ini lebih nyaman dan membuat tempat serta lingkungan kita lebih aman.

Sabtu, 24 April 2010

Sebuah Pendakian

Terlintas getar hati secuil ciut yang tegang

Walaupun bukan serasa pertama

Dan sendiripun tak pernah

Memanglah serasa begitu akrab

Mengenai semua kesediaan terasa siap sudah

Sana dan sini sudah termaksud

Walau kelengkapan tak sempurna

Dan diantara kehijauan lembah

Tinggi menjulang menjangkau mega

Kesan angkuh tampak kentara

Serasa tak tertanding insan semua

Semua peluh tampak cahaya

Hal yang biasa mengingat daya

Jauh dari ramai hiruk suara

Beban yang besar tampak mulai bersuara

Naik semakin tinggi jurang semakin nyata

Padahal tak terpantau pula kaki dibawah

Serasa hangat namun semakin beku

Mengingat semakin dekat pula mega terjangkau

Sombong yang terlihat bukan tak tertanding

Walau kaku pula sendi sekujur

Letih yang berat acuh walau tak rela

Ceria wajah menangkal semua letih

Ternyata angkuh dan mega tak tertanding dapat disentuh

Ria tampak tak dibuat dan disengaja

Mengenang semua pendakian tersebut

Tampak diujung para tenaga

Selesai sudah semua kerja

Turun semakin rendah rasa yang puas

Ringan beban yang terasa

Melangkah tenang sampai kaki dibawah

Langkah Semu

Mengayun langkah memulai mimpi

Mengabdi pada suatu kehidupan yang suram

Menikmati rasa hidup yang terasa hampa

Menjadi raja bagi suatu kepahitan

Dan waktupun tak lagi bersahabat

Semenjak jiwa ini jauh dari Nya

Ataupun karma telah tiba waktunya

Menjadi sia-sia hal yang telah dilakukan

Tak ada yang tersisa walaupun sekedar ampas

Yang terjadi di kemudian hari

Mungkin hanya keajaiban yang terlambat datang

Semua daya telah dikerahkan

Menjadi pahit rasanaya jika terbuang percuma

Tampak megah suatu hal yang dinantikan

Walau keberhasilan tak kunjung didapat

Yang ada sekarang hanyalah bayangan dari masa lalu

Semua bayangan semu tentang arti kenikmatan

Termenung dan sesal tanpa dapat berbuat apapun

Menanti berakhirnya semua cobaan

Kamis, 15 April 2010

SAHABAT

Hanya kaulah teman sejatiku
Tanpa dirimu hampa hari-hariku
Kau selalu temaniku
Tak kenal waktu
Kau selalu di sisiku
Disaat suka maupun duka

Tapi..
Kini kau telah pergi jauh
Tinggalkan ku sendiri
Dan hanya sendiri

Begitu banyak kenangan
Yang telah kita lewati bersama
Mungkinkah kan kembali lagi??

Andai waktu bisa terulang
Akan ku putar waktu sesuka hatiku
Agar aku bisa merasakan kembali
Hangatnya persahabatan kita..

Selasa, 13 April 2010

Perjalanan Rasulullah SAW ke Surga Bersama Dua Tamunya

Di suatu pagi hari, Rasulullah SAW bercerita kepada para sahabatnya, bahwa semalam beliau didatangi dua orang tamu. Dua tamu itu mengajak Rasulullah untuk pergi ke suatu negeri, dan Rasul menerima ajakan mereka. Akhirnya mereka pun pergi bertiga.

Ketika dalam perjalanan, mereka mendatangi seseorang yang tengah berbaring. Tiba-tiba di dekat kepala orang itu ada orang lain yang berdiri dengan membawa sebongkah batu besar. Orang yang membawa batu besar itu dengan serta merta melemparkan batu tadi ke atas kepala orang yang sedang berbaring, maka remuklah kepalanya dan menggelindinglah batu yang dilempar tadi. Kemudian orang yang melempar batu itu berusaha memungut kembali batu tersebut. Tapi dia tidak bisa meraihnya hingga kepala yang remuk tadi kembali utuh seperti semula. Setelah batu dapat diraihnya, orang itu kembali melemparkan batu tersebut ke orang yang sedang berbaring tadi, begitu seterusnya ia melakukan hal yang serupa seperti semula.

Melihat kejadian itu, Rasulullah bertanya kepada dua orang tamu yang mengajaknya, “Maha Suci Allah, apa ini?”

“Sudahlah, lanjutkan perjalanan!” jawab keduanya.

Maka mereka pun pergi melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan, mereka mendatangi seseorang lagi. Orang tersebut sedang terlentang dan di sebelahnya ada orang lain yang berdiri dengan membawa gergaji dari besi. Tiba-tiba digergajinya salah satu sisi wajah orang yang sedang terlentang itu hingga mulut, tenggorokan, mata, sampai tengkuknya. Kemudian si penggergaji pindah ke sisi yang lain dan melakukan hal yang sama pada sisi muka yang pertama. Orang yang menggergaji ini tidak akan pindah ke sisi wajah lainnya hingga sisi wajah si terlentang tersebut sudah kembali seperti sediakala. Jika dia pindah ke sisi wajah lainnya, dia akan menggergaji wajah si terletang itu seperti semula. Begitu seterusnya dia melakukan hal tersebut berulang-ulang.

Rasulullah pun bertanya, “Subhanallah, apa pula ini?”

Kedua tamunya menjawab, “Sudah, menjauhlah!”

Maka mereka pun kembali melanjutkan perjalanan. Selanjutnya mereka mendatangi sesuatu seperti sebuah tungku api, atasnya sempit sedangkan bagian bawahnya besar, dan menyala-nyala api dari bawahnya. Di dalamnya penuh dengan jeritan dan suara-suara hiruk pikuk. Mereka pun melongoknya, ternyata di dalamnya terdapat para lelaki dan wanita dalam keadaan telanjang. Dan dari bawah ada luapan api yang melalap tubuh mereka. Jika api membumbung tinggi mereka pun naik ke atas, dan jika api meredup mereka kembali ke bawah. Jika api datang melalap, maka mereka pun terpanggang.

Rasulullah kembali bertanya, “Siapa mereka?”

Kedua tamunya menjawab, “Menjauhlah, menjauhlah!”

Akhirnya mereka kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini mereka mendatangi sebuah sungai, sungai yang merah bagai darah. Ternyata di dalam sungai tadi ada seseorang yang sedang berenang, sedangkan di tepi sungainya telah berdiri seseorang yang telah mengumpulkan bebatuan banyak sekali. Setiap kali orang yang berenang itu hendak berhenti dan ingin keluar dari sungai, maka orang yang ditepi sungai mendatangi orang yang berenang itu dan menjejali mulutnya sampai ia pun berenang kembali. Setiap kali si perenang kembali mau berhenti, orang yang di tepi sungai kembali menjejali mulut si perenang dengan bebatuan hingga dia kembali ke tengah sungai.

Rasulullah pun bertanya, “Apa yang dilakukan orang ini?!”

“Menjauhlah, menjauhlah!” jawab kedua tamunya.

Maka mereka pun melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan kali ini, mereka mendapatkan seseorang yang amat buruk penampilannya, sejelek-jeleknya orang yang pernah kita lihat penampilannya, dan di dekatnya terdapat api. Orang tersebut mengobarkan api itu dan mengelilinginya.

“Apa ini?!” tanya Rasulullah

“Menjauhlah, menjauhlah!” jawab kedua tamunya.

Lalu mereka melanjutkan perjalanan lagi. Dalam perjalanan mereka menemukan sebuah taman yang indah, dipenuhi dengan bunga-bunga musim semi. Di tengah taman itu ada seorang lelaki yang sangat tinggi, hingga Rasulullah hampir tidak bisa melihat kepala orang itu karena tingginya. Di sekeliling orang tinggi itu banyak sekali anak-anak yang tidak pernah Rasul lihat sebegitu banyaknya.

Melihat itu, Rasulullah kembali bertanya, “Apa ini? Dan siapa mereka?”

Kedua tamunya menjawab, “Menjauhlah, menjauhlah!”

Maka mereka pun pergi berlalu. Lalu mereka menyaksikan sebuah pohon yang amat besar, yang tidak pernah Rasul lihat pohon yang lebih besar dari ini. Pohon ini juga indah. Kedua tamu Rasul berkata, “Naiklah ke pohon itu!”

Lalu mereka pun memanjatnya. Rasul dituntun menaiki pohon dan dimasukkannya ke dalam sebuah rumah yang sangat indah yang tak pernah Rasul lihat seumpamanya. Di dalamnya terdapat lelaki tua dan muda. Lalu mereka sampai pada sebuah kota yang dibangun dengan batu bata dari emas dan perak. Mereka mendatangi pintu gerbang kota itu. Tiba-tiba pintu terbuka dan mereka memasukinya. Mereka disambut oleh beberapa orang, sebagian mereka adalah sebaik-baik bentuk dan rupa yang pernah kita lihat, dan sebagiannya lagi adalah orang yang seburuk-buruk rupa yang pernah kita lihat. Kedua tamu yang bersama Rasulullah berkata kepada orang-orang itu, “Pergilah, dan terjunlah ke sungai itu!”

Ternyata ada sungai terbentang yang airnya sangat putih jernih. Mereka pun segera pergi dan menceburkan dirinya masing-masing ke dalam sungai itu. Kemudian mereka kembali kepada Rasululullah dan dua tamunya. Kejelekan serta keburukan rupa mereka tampak telah sirna, bahkan mereka dalam keadaan sebaik-baik rupa!

Lalu kedua orang tamu Rasulullah berkata, “Ini adalah Surga ‘Adn, dan inilah tempat tinggalmu!”

“Rumah pertama yang kau lihat adalah rumah orang-orang mukmin kebanyakan, adapun rumah ini adalah rumah para syuhada’, sedangkan aku adalah Jibril dan ini Mika’il. Maka angkatlah mukamu (pandanganmu).”

Maka mata Rasulullah langsung menatap ke atas, ternyata sebuah istana bagai awan yang sangat putih. Kedua tamu Rasulullah berkata lagi, “Inilah tempat tinggalmu!”

Rasulullah berkata kepada mereka, “Semoga Allah memberkati kalian.”

Kedua tamu itu lalu hendak meninggalkan Rasulullah. Maka Rasulullah pun segera ingin masuk ke dalamnya, tetapi kedua tamu itu segera berkata, “Tidak sekarang engkau memasukinya!” [1]

“Aku telah melihat banyak keajaiban sejak semalam, apakah yang kulihat itu?” tanya Rasulullah kepada mereka.

Keduanya menjawab, “Kami akan memberitakan kepadamu. Adapun orang yang pertama kau datangi, yang remuk kepalanya ditimpa batu, dia itu adalah orang yang membaca Al Qur’an tetapi ia berpaling darinya, tidur di kala waktu shalat fardhu (melalaikannya). Adapun orang yang digergaji mukanya sehingga mulut, tenggorokan, dan matanya tembus ke tengkuknya, adalah orang yang keluar dari rumahnya dan berdusta dengan sekali-kali dusta yang menyebar ke seluruh penjuru. Adapun orang laki-laki dan perempuan yang berada dalam semacam bangunan tungku, maka mereka adalah para pezina. Adapun orang yang kamu datangi sedang berenang di sungai dan dijejali batu, maka ia adalah pemakan riba. Adapun orang yang sangat buruk penampilannya dan di sampingnya ada api yang ia kobarkan dan ia mengitarinya, itu adalah malaikat penjaga neraka jahannam.

Adapun orang yang tinggi sekali, yang ada di tengah-tengah taman, itu adalah Ibrahim AS. Sedangkan anak-anak di sekelilingnya adalah setiap bayi yang mati dalam keadaan fitrah.”

Lalu di sela-sela penyampaian cerita ini, para sahabat bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan anak orang-orang musyrik?”

Rasulullah menjawab, “Dan anak orang-orang musyrik.”

Lalu Rasulullah SAW melanjutkan ceritanya.

Adapun orang-orang yang sebagian mukanya bagus, dan sebagian yang lain mukanya jelek, mereka itu adalah orang-orang yang mencampuradukan antara amalan shalih dan amalan buruk, maka Allah mengampuni kejelekan mereka.

prismotube

Keinsafan - krabat



More Videos & Games at 1m1f video
بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم